Linus Suryadi AG, dengan Otodidak pun Bisa…

Wahh jaann.. nengdi wae tho aku ki mben dino liwat dusunne ko yo ra nggagas blass ..!! dalam hati saya terkejut bahwa sampai sebesar ini baru tahu kalau di tetangga dusun ada seorang penulis besar yang telah meninggal, yang karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Yaa Alm. Linus Suryadi AG.  lahir di dusun Kadisobo (kurang lebih 1 km dari tempat tinggal saya), Sleman, Yogyakarta, 3 Maret 1951 – meninggal di Yogyakarta, 30 Juli 1999 pada umur 48 tahun. Linus Suryadi merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara yang berasal dari keluarga petani Jawa. Pendidikan sekolah dasarnya ditempuh di dusunnya, kemudian dia melanjutkan ke SMP Kanisius Sleman dan SMA Bopkri I. Setelah lulus pada tahun 1970, Linus melanjutkan studinya di jurusan Bahasa Inggris ABA dan IKIP Sanata Dharma, namun keduanya tidak tamat.

Linus Suryadi AG
Linus Suryadi AG

Linus mempelajari berbagai ilmu lainnya secara otodidak tentang menulis puisi dan esai ketika bergabung dalam Persada Klub di surat kabar meingguan Pelopor di Yogyakartadan pernah bekerja sebagai redaktur kebudayaan pada harian Berita Nasional (1979-1986) di Yogyakarta juga. Selain itu juga pernah aktif dalam Dewan Kesenian Yogyakarta antara tahun 1986-1988. Ia juga menjadi pemimpin redaksi majalah Citra Yogya pada tahun 1987-1999. Pada tahun itu pula beliau mengikuti Program Menulis Internasional di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat
BAGI masyarakat sastra Indonesia, Linus Suryadi AG dikenal sebagai penyair lirik. Ini dapat dilihat melalui puisi-puisi liriknya yang terkumpul dalam antologi tunggalnya: Rumah Panggung (Nusa Indah, Ende-Flores, 1986) dan Kembang Tanjung (Nusa Indah, Ende Flores, 1988).
Di samping berhelat dengan puisi, penyair yang mengeditori Antologi Puisi 32 Penyair Yogyakarta ‘Tugu’ (DKY dan Barata Offset, 1986) dan Antologi Puisi Indonesia Modern ‘Tonggak’, 4 jilid (Gramedia, Jakarta 1987) tersebut banyak berhelat dengan karya esai, antara lain: Regol Megal-Megol (Andi Offset, Yogyakarta 1992), Nafas Budaya Yogya (Bentang Budaya Yogyakar-ta, 1994), Dari Pujangga dan Penulis Jawa (Pustaka Pelajar, Yogyakarta 1995) dll.

Melalui persepsi dari publik dikatakan bahwa prosa lirik ‘Pengakuan Pariyem’ (Pustaka Sinar Harapan Jakarta, 1981) merupakan karya masterpiece-nya. Hingga karya tersebut di-Belanda-kan ke dalam De Bekentenk van Pariyem oleh Marjanne Fermorhuizen (Manuc Amici. Amsterdam, Belanda 1985). Atas dukungan UNESCO, karya tersebut pula di-Perancis-kan ke dalam Les Confession de Pariyem oleh Dr. Henri Chambert-Loir dan di-Inggris-kan ke dalam Pariyem’s Confession oleh Mary-Lindsay.
Melalui prosa lirik Pengakuan Pariyem, dapat dikatakan bahwa Alm. Linus  memiliki perhatian besar terhadap kehidupan wanita. Di samping itu, perhatian Linus terhadap kehidupan wanita tercermin lewat karya-karya puisinya. Kehidupan wanita yang tidak hanya dari kelas menengah atau elite, melainkan kelas bawah dengan berbagai berprofesinya.

Karya-karya Linus Suryadi, AG. :

Kumpulan puisi

  1. Langit Kelabu (1976)
  2. Pengakuan Pariyem: Dunia batin seorang wanita Jawa (1981)(prosa lirik)
  3. Perkutut Manggung (1986)
  4. Kembang Tanjung (1989)
  5. Rumah Panggung (1989)
  6. Nafas Budaya Yogya (1994)
  7. Tirta Kamandanu (1997)
  8. Tugu sebagai penyunting antologi puisi 32 penyair Yogyakarta (1986)
  9. Tonggak: antologi puisi Indonesia modern sebagai penyunting 4 jilid buku (1987)
  10. Karya-karyanya juga dimuat dalam beberapa antologi, yakni Laut biru langit biru (penyunting Ajip Rosidi (1977), Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang penyunting Pamusuk Eneste (1986)
  11. Pesta Emas Sastra Jawa Daerah Istimewa Yogyakarta (sebagai penyunting bersama Danu Priyo Wibowo, 1996)

Esai

  1. Dari Desa Ke Kota (1986)
  2. Kesaksian di Pinggir (1993)
  3. Regol Megal Megol Fenomena Kosmogoni Jawa (1993)
  4. Dari Pujangga Jawa ke Penulis Jawa (1995)

Terjemahan

  • Walking Westward in the Morning:Seven Contemporary Indonesia Poets (antologi puisi, penyunting John McGlynn, 1990)
  • De Bokontinen van Pariyem diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh Marjanne Thermorshuizen, 1985)
  • On Foreign Shores (antologi puisi, penyunting dan penerjemah John McGlynn, 1990)
  • This Same Sky: A Collection of Poems from Around the World (antologi puisi, penyunting Naomi Shihab Nye, 1992)

Doc Source : http://photo.goodreads.com/authors/1190606875p5/881687.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: