Irsyam “Biker Kuliner” Wibowo

Bagi bikers yang aktif di klub-klub otomotif di Jogjakarta barangkali lumayan banyak yang mengenal Irsyam Sigid Wibowo, kelahiran Jogjakarta 12 Desember 1968, dengan kiprahnya yang tidak hanya di dunia otomotif saja melainkan juga di dunia turisme kuliner. Irsyam, begitu dia biasa disapa, sangat aktif di HDCI Jogja, IMBI Jogja, Yogyakarta Fiat Club(R4), MACI Jogja, dan komunitas spektakuler bentukannya Jogja Automotive Community alias JAC. Selain itu Irsyam adalah pengusaha dan penggiat di bidang kuliner, dengan restoran Omah Dhuwur(fine dining), Pendopo nDalem(buffet), Angkringane JAC(angkringan dengan wi-fi), dan Pondok Sundak(seafood). Penggemar touring jarak jauh ini memiliki tiga motor favorit, yaitu HD Sportster Panhead tahun 1972, BSA 1952, dan AJS 1956. Kesukaannya naik motor dimulai pada umur 18 tahun atau selepas SMA, itupun karena pengaruh teman-teman semasa Irsyam masih sekolah. Yang jelas, Irsyam merasakan banyak sekali manfaatnya menjadi biker. Ketemu banyak teman-teman dan saudara-saudara baru sehobi adalah salah satu enaknya aktif di dunia otomotif.

Irsyam Sigid Wibowo

Irsyam Sigid Wibowo

Filosofi hidup dari suami Arni Risviyanti serta ayah dari Syaroh Ardhanaresawri dan Ramadhan Abibhowo pun simple, ingin jadi orang baik. Sedangkan sebagai biker, Irsyam pengen bisa riding sampai setua mungkin. Mantap bro, ini baru biker! HD Sportster yang saat ini dia miliki dan paling sering dia pakai, adalah motor favoritnya dalam memenuhi hasratnya sebagai biker sejati. Kenapa? Karena sudah di modifikasi bengkel, HD tersebut jadi tidak ada duanya di dunia ini. Menjadikan Irsyam pede meskipun naik HD jadul.

Biasanya biker selalu identitik dengan kebebasan, bisa gondrong, bisa bertattoo, atau bahkan dua-duanya. Nah bagi Irsyam gondrongnya sih harus, tattoo-nya nih yang dirasa tak perlu oleh Irsyam. Mengingat lingkungan keluarganya berasal dari keluarga yang sederhana, menjadikannya tidak mau ber-tattoo, walaupun menurut Irsyam hal itu sah-sah saja, karena adalah ekspresi seni dimana seseorang bebas memiliki ciri khas dan cara berekspresi masing-masing. Irsyam mengaku sangat menggemari aktivitas touring diatas sadel motornya. Touring terjauh yang pernah Irsyam lakukan adalah dari Makassar ke Toraja PP, sewaktu ada acara Rakernas HDCI di Makasar 3 Juli 2005, juga tak terhitung jalur Jogja – Bali p.p dalam beberapa kesempatan. Sedangkan touring yang paling berkesan adalah touring Jogja – Bandung dalam acara ultah Bikers Brotherhood, temen-temen pada mogok sampai tengah malam, sampai ada yang perlu tukang las segala.

Kegiatan yang menurut Bro Irsyam perlu ada dalam setiap touring klub motor adalah kegiatan sosial dalam route perjalanan, entah bentuknya apapun. Menyumbang disuatu tempat yang dilalui rombongan adalah perbuatan baik(bisa ke panti asuhan, atau orang yang kurang mampu, dsb). Sementara menurutnya lagi, peran voorijder dari aparat masih sangat diperlukan, apalagi jika rombongan  besar. Tapi kalo kelompok kecil atau dibawah sepuluh motor sih ngga perlu ya.

Irsyam Sigid Wibowo

Irsyam Sigid Wibowo

Mengomentari kejadian yang menurut masyarakat adalah arogansi bikers, khususnya yang terjadi terakhir kali di Puncak, jika benar dari pihak bikers yang salah, menurut Irsyam sangat menodai citra bikers secara keseluruhan. Jangan pernah merasa kalo jalan adalah milik sendiri, mau bikers keq, drivers keq. Bagi bikers motor besar khususnya, kedewasaan, ketrampilan, dan kesabaran dijalan sangat dituntut mengingat kapasitas motor yang besar cc-nya dibandingkan dengan motor bebek.

Secara khusus Irsyam berpesan kepada rekan-rekan bikers yang lain, agar menjaga citra klub-klub motor di mata masyarakat. Karena hal-hal jelek lebih gampang diingat oleh masyarakat, dibanding perbuatan baik yang pasti juga pernah dilakukan bikers. Sedangkan kepada masyarakat umum, Irsyam menitipkan pesan supaya masyarakat tidak bias menyama-ratakan semua individu dalam klub-klub motor sebagai individu liar. Kalau memang ada biker yang bersikap arogan, silahkan dilaporkan saja ke pihak yang berwajib, supaya jelas siapa yang benar siapa yang salah. Kepada media massa juga diharapkan tidak berat sebelah dalam memberitakan, selalu ada dua sisi dalam sebuah cerita. Media massa harus jadi penyeimbang, bukan malah mengompori. Motor-modif.com sih berkomitmen untuk tetap imbang bro Irsyam-Editor.

Saat ini Irsyam menjabat sebagai Ketua Dewan Senior MACI Jogja, Anggota Dewan Organisasi JAC, Penasehat Yogyakarta Fiat Club, Penasehat HDCI Jogja, Humas IMBI Jogja, dan Sie Pariwisata IMI Jogja. Semua adalah amanat yang tidak bisa dianggap enteng. Kendala pasti ada, tapi dengan kesabaran dan komunikasi dengan sesama pengurus dan anggota klub, lanjut Irsyam, semua dapat dilalui dengan baik.

Jogja Automotive Community disingkat JAC adalah sebuah wadah unik, yang menyatukan penggemar otomotif mobil dan motor. Sebagai pendiri dan sesepuh JAC, Irsyam sedikit bercerita. ” Waktu itu saya hanya prihatin, bahwa di Jogja banyak tumbuh club otomotif tapi pengurus satu club dengan club yang lain tidak saling mengenal. Dari situ saya ingin membuat forum silaturahmi antar club supaya saling mengenal dan menghilangkan konflik antar club, karena waktu itu sering banget ada konflik antar club gara-gara masalah yang sepele, misalnya berebut lahan nongkrong, atau saling menyalip di jalan.”,kenangnya lebih lanjut. Dengan terbentuknya JAC, alhamdulillah konflik-konflik tersebut berkurang banyak. Bila ada konflik bisa segera diselesaikan sendiri antar klub, karena ada budaya malu bila JAC yang harus mendamaikan. Juga ada budaya malu bila berkonvoi secara ugal-ugalan. Kini di usia yang keenam tahun JAC berkiprah, sekarang sudah punya usaha sendiri untuk menopang kegiatan-kegiatan JAC, yaitu Warung Angkringane JAC yang juga berfungsi sebagai basecamp anak-anak JAC.

Menurut Irsyam, JAC perlu dicontoh bagi club-club otomotif diluar kota Jogja. Karena kami telah melampaui masa sulit bagi sebuah komunitas hobi. Yaitu menyatukan misi visi organisasi otomotif, yang sekarang kita sudah punya aset anggota hampir 50 club (club motor dan club mobil), sekretariat yang representatif, dan website(www.jogjajac.com).

Lanjut Irsyam lagi, seorang biker sebaiknya bergabung dalam wadah/club, supaya dari situ pola perilaku seorang biker bisa terkontrol. Setelah menjadi anggota, selain aktif seorang biker juga dituntut untuk loyal terhadap organisasi, implementasinya kepada sesama anggota dan pengurus. Syukur-syukur aktif membantu memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di organisasi.

Bagi Irsyam, seorang biker sejati tuh tidak boleh cengeng menghadapi masalah yang berkaitan dengan hobi-nya. Coba cari solusinya dulu sampai batas akhir baru minta tolong bikers lain bila memang tidak bisa memecahkannya. Terus kudu berani touring dengan kelompok kecil (Dua hingga tiga orang), lebih oke lagi kalau jalan sendiri. Mental pasti teruji disini.

Kala Irsyam ditanya bagaimana menyeimbangkan waktu antara hobi dan pekerjaan, lagi-lagi jawabannya sama dengan jawaban semua bikers yang masuk profil biker, yaitu harus pintar dalam mengatur waktu dan jadwal antara hobi dan pekerjaaan. Sering kali bagi Irsyam keduanya malah tak bisa dipisahkan dan saling menguntungkan, sudah tidak terhitung beberapa kali Irsyam dan klubnya mengadakan event motor yang secara tidak langsung menggiatkan dunia pariwisata Jogja.

Nah gitu dong jadi biker, berbuatlah hal yang positif setiap ada kesempatan !

Sumber : http://motor-modif.com/profilbikershow.php?id=4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: