Versi Lain Cikal Bakal Dinasti Kuru

Awal mula versi cerita Dinasti Kuru berawal dari Bharata putra dari Prabu Duswanta dan Dewi Sakhuntala, atau biasa disebut darah Bharata. Versi lain menyebutkan berawal dari Bambang Bremani, Putra Bathara Brahma yang memperistri Dewi Srihunon Putri dari Bathara Wisnu. Bremani kemudian mempunyai putra bernama Bambang Parikenan dan Parikenen kemudian berputra Manumayasa, satria linuwih kesayangan Bathara Guru.

Suatu ketika di Arcapada, meskipun sudah banyak dihuni manusia, namun keadaannya belum tertata. Oleh karena itu Bathara Guru yang ingin menata keadaan di Arcapada. Sang Hyang Kanekaputra/ Kanekaningrat/ Bathara Narada sebagai Patih di Kayangan Jonggringsaloka memberikan masukan kepada Bathara Guru, bahwa Arcapada harus dipimpin dari golongan manusia juga. Dan tidak ada yang lain kecuali Manumayasa

Akhirnya Bathra Guru setuju dengan usulan Narada, namun masih ada kekhawatiran sanggupkah jika hanya Manumayasa sendirian yang diberi mandat dari Bathara Guru untuk melaksanakan kewajiban deb\ngan baik. Akhirnya sesudah berembug di Plataran Kwandawaru akhirnya Sang Hyang Guru dan Narada setuju untuk mengutus Sang Hyang Ismaya untuk turun ke Arcapada sebagai punakawan menemani Manumayasa jikalau nanti ada kesalahan dalam menjalani titah di Arcapada.

Resi Manumayasa

Resi Manumayasa

Jika di Pewayangan Sang Hyang Ismaya menitis ke Semar, salah satu dewa yang tinggal di Kahyangan, bahkan kedudukannya lebih tinggi dari Bathara Guru. Kembali ke alur cerita bahwa pada saat itu juga Ismaya turun ke Arcapada yang mempunyai tugas Ngemong Manumayasa sampai anak, cucu bahkan cicitnya, karena keturunan dari Manumayasa dipastikan para Jawata sebagai pemimpin para titah/ manusia di Arcapada. Pemimpin yang bisa menegakkan keutamaan dalam hidup. Supaya keturunan dari manumayasa dapat menempuh hidup di jalur keutamaan, Ismaya dituntut harus tlaten dalam ngemong Manumayasa dan keturunannya.

Seterusnya Semar tinggal di Pedukuhan Karangkadhempel(atau ada yang menyebut Klampis Ireng), sedangkan Manumayasa tinggal di Padepokan Wukir Retawu. Dan hamper tiap hari semar menghadap ke Wukir Retawu

Selang beberapa tahun Manumayasa dan Ismaya di Arcapada, Bathara Guru dan Narada tergerak kembali untuk berembug mengenai kehidupan Manumayasa lan Ismaya. Dalam pisowanan tersebut Bathara Guru berfikir bahwa Manumayasa harus mempunyai pendamping agar nantinya mempunyai keturunan dan meneruskan menjadi pemimpin bagi bangsa manusia. Maka dari itu Bathara Guru mengajukan bahwa seseorang yang menjadi pendamping Manumayasa bukanlah wanita sembarangan, wanita itu harus mempunyai watak dan kepribadian yang luhur sehingga menurunkan anak-anak yang juga baik budi pekertinya

Akhirnya Bathara Guru dan Narada setuju untuk menurunkan bidadari yang tidak hanya cantik, namun juga baik kepribadiannya sebagai pendamping Manumayasa. Bidadari tersebut adalah Dewi Kaniraras dan Dewi Kanastri. Saat turun dari kahyangan keduanya berubah menjadi seekor Harimau.

Suatu ketika, Manumayasa yang diikuti oleh punokawan setianya Semar sedang berburu di Hutan. Tiba-tiba mereka berdua bertemu dengan dua ekor harimau yang bersiap-siap menerkam Manumayasa dan Semar. Secepat kilat Manumayasa mencabut anak panahnya dan dilepaskan sehingga mengenai langsung dua ekor harimau tersebut. Tersebutlah harimau tersebut berubah menjadi bidadari. Dewi Kaniraras lan Dewi Kanastri langsung menyembah kepada Manumayasa dan berkata bahwa mereka berdua mendapat mandate dari para dewa untuk Turun di Arcapada.

Singkat cerita Dewi Kaniraras nuli menjadi pendamping Manumayasa sedangkan Dewi Kanastri menjadi istri Semar. Dari perkawinan ini Manumayasa nantinya mempunyai dua orang yakni Sekutrem dan Sriyati, Sekutrem nantinya mempunyai keturunan Sakri, Sakri menurunkan Palasara, Palasara berputra Abyasa, Abyasa berputra Pandu, Pandu berputra Pandawa. Saat Pandawa menyerahkan tahta Astina kepada cucunya yakni Parikesit, Putra dari Abimanyu yang tewas dalam perebutan Negara astina dengan Kurawa. Parikesit menurunkan Janamejaya. Menurut versi pewayangan dan mitos Jawa, keturunan dari dinasti diatas sampai ke Kerajaan di Kediri.


disaring dari berbagai sumber

Doc. Source : http://wayangku.files.wordpress.com/2008/07/resi-manumayasa.jpg

2 Tanggapan to “Versi Lain Cikal Bakal Dinasti Kuru”

  1. saya suka sekali dengan cerita pewayangan. selain untuk hiburan didalamnya banyak sekali elajaran dan fatwa hidup yang bisa kita petik dari kisah cerita dan karakternya…. siiip. saya sangat terhibur ,apalagi sekarang jauh dari kampung di jawa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: