Selokan Mataram – Kanal Yoshiro

Jika anda warga Yogyakarta sudah pasti tidak asing lagi dengan salah satu cagar budaya ini yaitu selokan mataram. Berawal dari kali Progo atau biasa disebut Ancol Bligo membelah Propinsi Yogyakarta melintang dari barat ke timur sepanjang 60 km dan berakhir di kali Opak.
sejenak kita menengok kebelakang untuk mengetahui sejarahnya

Selokan mataram dibangun pada masa penjajahan Jepang(kanal Yoshiro). Waktu itu Jepang sedang menggalakkan Romusha (kerja Paksa) untuk mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia ataupun untuk membangun sarana prasarana untuk kepentingan perang Jepang melawan sekutu di Pasifik. Di tengah-tengah gencarnya Romusha, Raja Yogyakarta saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX berusaha menyelamatkan warga Yogyakarta dari kekejaman Romusha. Dengan berpikir cerdik, Beliau melaporkan kepada Jepang bahwa Yogyakarta adalah daerah minus dan kering, hasil buminya hanya berupa singkong dan gaplek. Dengan laporan tersebut Sang Sultan mengusulkan kepada Jepang agar warganya diperintahkan untuk membangun sebuah selokan saluran air yang menghubungkan Kali Progo di barat dan Kali Opak di Timur. Dengan demikian lahan pertanian di Yogyakarta yang kebanyakan lahan tadah hujan dapat diairi pada musim kemarau sehingga mampu menghasilkan padi dan bisa memasok kebutuhan pangan tentara Jepang.

Selokan Mataram - Kanal Yoshiro

Selokan Mataram - Kanal Yoshiro

Ternyata Usulan Sri Sultan disetujui Jepang dan terbebaslah warga Yogya untuk Romusha, melainkan dialihkan untuk membangun saluran air yang sebenarnya untuk kemajuan dan kemakmuran warga juga. menurut legenda diceritakan bahwa Sunan Kalijaga pernah berujar bahwa Yogyakarta bisa makmur jika Kali Progo dan Kali Opak bersatu. Hal tersebut mungkin ada benarnya, namun kedua sungai itu bukan bersatu secara alami melainkan disatukan dengan saluran air. Kenyataannya warga Yogyakarta sekarang lebih makmur daripada sebelum adanya selokan mataram dan selokan itu telah mengairi ribuan hektar lahan pertanian yang sampai saat ini masih menghijau pada saat musim kemarau tiba.

Selokan Mataram jika ditelusuri sampai ke hulunya di sungai Progo atau popular dengan nama Ancol Bligo,kurang tahu kenapa popular dengan nama itu, mungkin karena banyaknya debit air yang dikeluarkan maka masyarakat menamakannya ancol seperti di Pantai Ancol Jakarta namun ini ancol Bligo kab. Kulonprogo, jadi tidak hanya Jakarta Saja yang mempunyai ancol, tetapi Yogyakarta pun punya   kita akan disuguhi pemandangan alami pedesaan. Semakin kehulu semakin lebar saluran airnya. Untuk selokan mataram di wilayah kota Yogyakarta sekarang sudah menjadi area bisnis di sepanjang alurnya dan juga jalan inspeksi selokan sangat ramai digunakan pengendara sebagai jalur alternatif.

Sebagai warga Yogyakarta sudah sepantasnya ikut menjaga kebersihan selokan Mataram agar keberadaannya sebagai saluran air yang menopang hajat hidup orang Yogya tetap terjaga.

Dari berbagai sumber

2 Tanggapan to “Selokan Mataram – Kanal Yoshiro”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: