Dwi Naga Rasa Tunggal

Dwi Naga Rasa Tunggal

Dwi Naga Rasa Tunggal

Istilah tersebut merupakan candrasengakala tertua di kraton Ngayogyakarta Hadiningrat (cara penulisan angka tahun dengan kata-kata Jawa yang masing-masing kata mempunyai nilai angkanya sendiri-sendiri). Dwi Naga Rasa Tunggal ini secara visual diwujudkan dalam bentuk patung dua ekor ular naga yang ekornya saling melilit. Ular naga yang saling melilitkan ekor ini melambangkan sedang bersetubuh (rasa tunggal/ bersatunya rasa). Kepala ular naga yang menghadap ke timur menunjukkan arah/tempat kediaman para ksatria (laki-laki/ kasatrian). Sedangkan kepala ular naga yang menghadap ke barat menunjukkan arah/tempat kediaman para puteri (wanita/ kaputren). Secara angka tahun dwi naga rasa tunggal itu dapat diartikan: dwi= 2, naga= 8, rasa= 6, dan tunggal= 1. Angka-angka itu dibaca dari belakang sehingga menjadi 1682 Jawa. Sedangkan untuk angka tahun Masehi 1682 itu menjadi 1756 M

 

Doc. Source : http://www.tembi.org/keraton_yogja/images/dwi_naga_rasa_tunggal.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: